“ya”, benarkah?
Ketika hati telah
berkata ‘ya’
Rasanya sulit
untuk merubahnya menjadi ‘tidak’
Bukan karena tak
mau,
Tetapi seakan tak
mampu,
Tak pernah ada
alasan untuk itu,
Karena kesalahan
apapun akan tetap menjadi baik,
Ketika hati telah
berkata ‘ya’.
Saat meragu,
Bertubi alasan
datang untuk tetap meyakinkan,
Rasa ini seolah
pengaruhi hati untuk tetap berkata ‘ya’
Aah,,
Andai sang hati
tahu,
Semuanya fana,
hanya bayangan semu,
Hanya ingin yang
ntah akan terwujud atau tidak.
Tahukah kamu yang
disana,
Hati ini
terlanjur mendambamu,
Ingin kamu tetap
ada bersamanya,
Menemaninya
disaat ia sedih, senang, gamang, dan hilang kendali,
Terlalu egois
memang, jika hati ini selalu memaksa.
Tapi seolah tak
ada daya
Do’a tlah
kupanjatkan seadil mungkin,
Kputusan tlah
kupasrahkan se’iya’ mungkin.
Tapi ntah
mengapa,,
Semua jwaban itu,
Tetap
mengisyaratkan sang hati untuk tetap berkata ‘ya’
Dan kini,
Hanya balasan
‘ya’ yang ku harap darinya.
Komentar
Posting Komentar