rindu
rindu
Menyapa bukan ingin kembali
Hanya sekedar rindu
Yah, hanya rindu
Rindu yang tertahan
Rindu yang terlalu lama tak bertuan
Rindu yang entah kapan akan terbalas
Saat pejamkan mata.
Ah, mengapa harus bayangannya yang kembali hadir
Nampak senyumannya yang selalu membuat rindu ini menyeruak .
Entah atas apa,
Entah untuk apa,
Entah seberapa banyak kata rindu yang terucap
Dan entah sampai kapan rindu yang sama akan selalu hadir
Salahkah ?
Atau mungkinkah ini rindu yang berada dalam wajar
Jika iya . wajar .
Mengapa rasanya seperti ini .
Terlalu sakit untuk dibiarkan namun juga terlalu sayang untuk ditinggalkan
dan dilupakan
Komentar
Posting Komentar