Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Jangan tanya.

Jangan tanya sampai kapan? Jangan tanya berapa lama? Usahakan saja semaksimal yang kamu mampu. Tunjukkan saja yang terbaik darimu. Hasilnya kapan. Biar Allah yang tentukan. Karena Allah pemilik segala rencana terbaik yang akan di tunjukkanNya di waktu yang paling baik. Jangan tanya harus bagaimana? Jangan selalu tanya mulai darimana? Mulai saja dari hal paling dasar yang kamu tahu. Cukup lakukan saja dan langkah selanjutnya biar Allah yang tuntun, biar Allah yang tunjukan. Karena Allah Maha Pemberi Petunjuk dan akan selalu ada jalan bagi hambaNya yang mau berusaha. Jangan tanya mengapa belum? Jangan tanya mengapa mereka mudah dan aku sulit? Cukup. Jangan tanya dan jangan pernah mengeluh. Sungguh. ALLAH lah yang Maha Mengetahui segalaNya. Yang baik bagimu belum tentu baik. Yang indah dari penglihatanmu belum tentu indah. Terlalu banyak waktu yang terbuang jika kau hanya mengeluh. Karena. Tak terhingga nikmat yang seharusnya kamu syukuri. Jika kamu sudah berusaha dan m...

Kualitas hidup

Oke .. Klo lagi pengen nulis pasti seringnya lagi melow atau ada hal yang bikin kepikiran banget hhe .. Well .. judulnya kualitas hidup. Hidup yang berkualitas tuh kaya apa sih? Mungkin tiap orang punya standarnya sendiri kali yaa .. Yang paling standar mungkin jadi orang yg lebih baik dalam segala hal. Iya, kualitas hidup emang bukan tentang materi, klo itu kuantitas hidup kli ya? Haha .. Belakangan kepikiran untuk memperbaiki lagi yang namanya kualitas hidup, jadi orang yg lebih baik gitu. Seperti ingin memulai segalanya lagi dari awal. Merunut apa yang diinginkan dan apa yang sudah dilakukan. Apa yang masih kurang dan apa yang semakin menurun. *ribet ya?* hhe .. Klo kata orang, hidup mah jalanin aja .. d nikmatin. Tapi apa bisa nikmat sedangkan banyak hal2 yang ganggu pikiran. Misalnya? Ngerasa pengen ningkatin ibadah tapi ko malesnya ampun2, Terus pengen berenti gosip, tapi ko ada aja celahnya buat gosip. Pengen ga marah2 mulu, tapi ko ada aja yang mancing emosi na...

Belajar dari Rindu

Rindu ini akhirnya memberikan rasa yang lebih. Rasa yang lebih dari sekedar merindukan. Rindu ini ternyata mengajarkan. Memberiku pelajaran betapa kamu adalah banyak hal tentang aku. Betapa tanpa kamu akhirnya aku seperti hilang arah. Seperti lupa harus apa. Harus kemana. Dan harus bagaimana. Rindu ini memberikan arti lebih untukku. Rindu ini membuatku semakin yakin. Betapa besar rasaku untukmu. Rindu ini adalah milikmu Dan hanya kamu yang mampu menyelesaikannya Miss u :)

Untukmu suamiku

Perjalanan kita memang tak mudah. Terkadang ada begitu banyak emosi dengan berbagai alasan. Tapi yang ku tahu, tak pernah ada alasan yang buruk atas emosi kita. Marah sedih tawa senyum semua terjadi begitu saja dengan satu alasan. "Karena kita ingin yang terbaik bagi pasangan kita" Ya, begitu sederhana, Tapi terkadang begitu rumit untuk disampaikan. Entah mungkin karena rasa cinta ini begitu dalam. Hingga tak ingin ada hal sekecil apapun yang bisa merusaknya. Suamiku, Terima kasih telah menjadi yang paling mengerti Terima kasih selalu menjadi yang terbaik Terima kasih karena tak pernah lelah kau memperhatikanku Seolah duniamu hanya tentang aku, Tentang kita berdua Suamiku, Maaf jika terkadang emosiku meluap Melupakan rasa hormatku kepadamu Tapi sungguh, rasa penyesalan dan bersalah itu selalu datang secepat yang mereka bisa Membuat aku malu dan menambah rasa sayangku Suamiku, Aku tahu tak mudah bagimu "menghadapi" aku. Aku dengan segala kelemah...

:)

Arti sebuah senyuman. Apa? Kebahagiaan? Kesedihan? Bagiamana mengartikan sebuah senyuman sedang kita tak pernah merangkul sang pemilik senyum. Mengenal bukan hanya tentang tahu. Tapi juga tentang mengerti. Memahami dan bukan untuk selalu dipahami. Bersama itu artinya tak sendiri. Tak mengerti sendiri Tak berubah sendiri Dan tak merangkul sendiri Tapi bersama. Bukan sekedar berada di tempat yang sama Tapi lebih dari tentang berada di jalan dan tujuan yang sama. Bersama selalu tersenyum. Apa tidak terlalu egoia untuk perasaan yang lain .. Sebesar itukah salahny? Tak tahu. Jawabnya tanyakan pada kebersamaan itu.

Hadapi dan Selesaikan

Perasaan yang selalu hadir di saat jenuh, merasa selalu bermasalah dengan hal yang itu-itu terus, Merasa masalah gak selesai-selesai, Merasa banyak masalah dalam hidup Terus yang paling sering ada di fikiran apa? Lari. Yap, lari Bukan lari pagi atau lari marathon Tapi lari dari kenyataan. Haha .. Bukan cara keren buat ngadepin masalah. Tapi kalo semuanya terasa udah numpuk, ko kayakny pengen lari aja ya. Pengen menghilang dari muka bumi terus muncul di dimensi lain memulai segalanya dari awal dan punya kehidupan yang lebih baik. Yakin lebih baik? Ga ada jaminan toh. Kalo sekali kita lari dari masalah maka bukan hal yang ga mungkin masalah yang sama bakal ngejar dan nemuin kita lagi belum lagi jadi satu komplotan dengan masalah yang baru. Terus kita mau lari terus-terusan gitu? Ya gak mungkin kan ya. So, lari dari masalah adalah bukan cara atau pilihan yang terbaik. Terus harus apa? Cukup dua kata. Hadapi dan Selesaikan. Meskipun gedenya udah segede gunung yang palin...

Aku Ingin Bahagia

Judulny udah di tulis lama... banget .. Tapi belum tau mau di isi apa hehe .. Hmm .. Aku Ingin Bahagia. Ketika mengeja kata Ba Ha Gi A Mungkin yang langsung terlintas di benak kita adalah suasana atau perasaan bahkan kehidupan yang selalu penuh suka cita, penuh tawa setiap hari, seperti tak ada sedikitpun beban hidup yg mengganjal. Langkah yang ringan setiap saat. Urusan yang selalu mudah setiap saat. Entah itu definisi bahagia yang sesungguhnya, atau jangan2 hanya versi dari impian saya saja. Hihi .. Okee .. Anggaplah definisi bahagia itu seperti apa yang saya sebutkan di atas. Lantas ketika kita ingin bahagia, apakah artinya kita harus menunggu bahagia datang atau sebenarnya bahagia itu bisa kita ciptakan sendiri? Bagi saya saat ini. Bahagia itu sejatiny bisa kita ciptakan. Tidak perlu menunggu kehidupan yang ideal untuk menjadi bahagia bukan? Ada yang bilang. "Bahagia itu sederhana" Yap, betul. Terkadang bahagia itu sesederhana membuat orang lain tersenyu...

Yang sempat hilang

Beberapa hari ini jadi mulai ketagihan lagi sama yang namanya baca novel. Mmm .. sebenarnya dari dulu saya emang sudah suka baca novel, dulu tepatnya saat zaman sekolah (SMP-kuliah) membaca novel bisa jadi adalah kegiatan yang rutin saya lakukan setiap malam minggu, seolah tak ada pilihan kegiatan lain yang lebih mengasyikan untuk memulai hari libur. Kenapa malam minggu? karena bila sudah mulai membaca sebuah buku biasanya saya tidak bisa berhenti sampai sampai cerita itu usai. Alhasil, sering saya bergadang atau bahkan tidur menjelang subuh demi menamatkan buku yang sedang saya baca. Dan kebiasaan ini telah lama hilang, saya lupa kapan tepatnya, tapi beberapa tahun terakhir saya seperti tidak pernah selera untuk membaca halaman demi halaman dalam sebuah novel. Betapapun saya berusaha, tetap saja tidak ada kenyamanan disana, yang akhirnya membuat saya enggan untuk menyentuh buku-buku novel di lemari yang sempat saya beli namun belum pernah saya baca bahkan hingga beberapa tahun kemu...

People

Tiba-tiba ingin berbicara tentang orang-orang, sifat, karakter, dan apa yaa .. yaa .. pokoknyaa tentang orang2 atau mungkin hanya sikap orang2 dari sudut pandang saya hhe .. PS: saya nulis ini saat jam makan siang di kantin kantor yang entah kenapa hari ini lagu pengiringnya adalah lagu2 lawas banget, padahal biasanya lagu2 anak muda kekinian Oke .. jadi selama saya hidup (haha) tentu sudah banyak tipe orang yang sudah saya temui dan berhubungan langsung dengan saya. Mulai dari yang usianya di bawah saya, seumuran, bahkan jauh diatas saya. Tapi kali ini saya mungkin ingin berbicara tentang sudut pandang saya mengenai sikap beberapa orang yg secara intens saya temui setiap harinya saat ini. Oiya sebelumnya kenapa saya bilangnya orang2 bukan teman atau rekan saya, mm .. sebenarnya sih biar lebih global ajaa .. hihi (agak g penting penjelasannya) Okay .. langsung aja lah ya ..  Persaingan itu ada meski tersirat atau terselubun g (lho ko tiba2?) Hee ..  Ada ...

Menjadi Baik (2)

Lanjut quotes yang sebelumnya .. .. Kita tak perlu menjadi sosok yang lebih baik dari orang lain ... Karena apa, menurut saya orang yang mungkin kita anggap baik belum tentu benar-benar dalam kondisi baik. Mmm .. maksudnya .. kita hanya bisa melihat orang dari apa yang bisa kita lihat. Tapi kita tidak bisa merasakan apa yang benar-benar dia rasakan. Melihat orang tampak bahagia setiap hari. Yakinkah kita dia tak pernah bersedih? Melihat orang begitu sempurna hidupnya. Yakinkah kita tak ada masalah yang mengganggu hidupnya? Ya.. kita tidak pernah tahu apa yang benar2 terjadi dalam kehidupan orang lain. Hal ini mungkin sering saya alami dan buat saya semakin sadar bahwa tak perlu ingin menjadi yang lain untuk bisa lebih baik dalam hidup. Sering saya mengira beberapa orang memiliki hidup yang sangat ideal, semua tampak berjalan begitu sempurna dan sesuai dengan yang semestinya. Tapi setelah berbincang lebih jauh, ternyata hidup mereka pun bukan tanpa kerikil, bukan tanpa masal...

Sesal

Orang bilang penyesalan itu datangnya di akhir kalau di awal namanya pendaftaran -.-" Astagfirullaah .. Sungguh waktu takkan pernah kembali. Hal yang takkan bisa diulang bahkan hanya untuk sedetik saja. Waktu adalah hal yang berharga dan penyesalan adalah bayarannya bagi siapa pun  yang tak bisa menghargai waktu Aah .. entah kenapa. Lagi ngerasa kaya kenapa begini kenapa begitu kenapa ga dari dulu begini kenapa kemarin2 santai2 aja dan beribu pertanyaan kenapa lainnya yang kemudian menyatu menjadi SESAL. Tiba-tiba jadi takut sendiri. Termakan oleh waktu tanpa meninggalkan jejak yang nyata. Semuanya berlalu begitu saja. Lantas harus apa? Mungkinkah sudah terlambat? Ah, tapi bukankah tak ada kata terlambat bagi sebuah kebaikan. Setidaknya usaha untuk menuju kebaikan. Sedih. Galau. Bingung. Takut. Semua rasa yang tak nyaman berkecamuk di hati. Ya Rabb .. Bagaimana ini? Aku harus apa? Sungguh tiba2 ketakutan ini semakin menjadi. Takut akan hari esok yang mungkin ...

Menjadi Baik

"Kita tidak perlu menjadi sosok yang lebih baik dari orang lain, cukup menjadi sosok yang lebih baik dari diri kita yang kemarin" - dinda firdausa - Kemarin dapet quotes yang lumayan nempel di kepala dan bikin jadi mikir .. Yap, memang betul .. sangat perlu untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap saatnya dalam hal apapun itu. Karena tidak ada manusia yang sempurna, pasti ada banyak celah dalam diri kita yang perlu diperbaiki. Menjadi lebih baik tentu bukan hal yang mudah. Terlebih lagi jika sudah berhubungan dengan sifat atau karakter pribadi. Tentu akan sangat sulit merubahnya. Tapi sulit bukan berarti ga bisa kaan .. hhe .. Artinya untuk menjadi lebih baik tidak bisa hanya dengan sekedar bermodalkan keinginan tapi harus ada niat yang sangat kuat dan konsistensi untuk melakukannya. Mengapa harus menjadi lebih baik? Mengapa tidak cukup dengan menjalani yang ada sekarang? Memang apa yang salah dengan saya yang saat ini? Karena seperti pisau yang terkadang har...

Random

Hai ,, Tiba-tiba aja pengen nulis, entah kenapa. Walaupun sebetulnya belum tau juga apa yang pengen di tulis .. hha .. berasa galau yaa >.< Well .. Akhir-akhir ini lagi banyak banget yang ganggu pikiran. Salah satunya tentang keinginan yang udah lamaa banget tapi belum bisa terwujud sampe sekarang. Keinginan yang sudah ada sejak pertama kali menikah, bahkan mungkin sebelum menikah . Hhe .. Yaa .. wanita mana sih yang ga ingin merasakan indahnya menjadi seorang ibu, dititipkan karunia terbesar dariNya, berkesempatan merawat dan membesarkan seorang anak, bahkan dua atau mungkin tiga :) Menyadari anak adalah karunia terbesar dariNya, tentu takkan mudah. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan untuk bisa mendapatkannya. Bukan hanya lahir tapi juga bathin. Ketika sang buah hati belum kunjung hadir, itulah saat kita mempersiapkan segalanya. Berpikir positif adalah hal yang harus terus dijaga. Tentu bukan karena tak adil, tapi pasti ada waktu yang lebih tepat, ada saat yan...