Yang sempat hilang

Beberapa hari ini jadi mulai ketagihan lagi sama yang namanya baca novel.
Mmm .. sebenarnya dari dulu saya emang sudah suka baca novel, dulu tepatnya saat zaman sekolah (SMP-kuliah) membaca novel bisa jadi adalah kegiatan yang rutin saya lakukan setiap malam minggu, seolah tak ada pilihan kegiatan lain yang lebih mengasyikan untuk memulai hari libur.
Kenapa malam minggu? karena bila sudah mulai membaca sebuah buku biasanya saya tidak bisa berhenti sampai sampai cerita itu usai. Alhasil, sering saya bergadang atau bahkan tidur menjelang subuh demi menamatkan buku yang sedang saya baca.
Dan kebiasaan ini telah lama hilang, saya lupa kapan tepatnya, tapi beberapa tahun terakhir saya seperti tidak pernah selera untuk membaca halaman demi halaman dalam sebuah novel. Betapapun saya berusaha, tetap saja tidak ada kenyamanan disana, yang akhirnya membuat saya enggan untuk menyentuh buku-buku novel di lemari yang sempat saya beli namun belum pernah saya baca bahkan hingga beberapa tahun kemudian.
Hingga akhirnya 2 hari yang lalu, tepatnya saat libur panjang tiba-tiba saya tertarik membaca sebuah novel remaja yang mungkin sebetulnya suasananya sudah tidak sesuai dengan kondisi saya saat ini. . .

Fyi: saya adalah seorang istri yang sedang berusaha untuk menjadi seorang ibu. hhe .. mohon doanya :)

Entah kenapa, saya menjadi tertarik dan terbawa dengan kisah yag disajikan dengan begitu sederhana, seakan mengajak saya kembali untuk mengenang masa-masa sekolah saya. Meskipun cerita sangat dipastikan berbeda dengan cerita masa sekolah saya (kapan-kapan saya akan bercerita).
Seperti orang kelaparan yang menemukan makanan lezat, hari itu saya langsung menamatkan 2 buku dari trilogi novel tersebut. Buku ketiga akhirnya tidak saya baca karena menyajikan kisah yang sama hanya dari sudut pandang karakter yang lainnya dan berhubung saya kurang suka dengan ending ceritanya jadi saya urungkan niat untuk membaca buku ketiga tersebut.

Saat membaca novel tersebut, saya begitu menikmati, menikmati setiap imajinasi yang melintas dibenak saya, mencoba memvisualisai cerita yang sedang saya baca. Ada rasa nyaman disana, seperti ada sesuatu yang telah lama tidak saya rasakan. (agak lebay ya .. hha). Berjam-jam saya habiskan waktu untuk membaca novel tersebut, bahkan hingga suami saya tertidur dan saya tetap asik dengan buku tersebut.
Suami yang melihat saya hanya tersenyum dan berpesan untuk jangan lupa tidur. Sebetulnya dia juga sangat senang membaca novel, namun sama seperti saya entah sejak kapan seperti kehilangan selera dengan novel-novel yang dibelinya.

Esoknya, saya seperti kecanduan membaca, tak sabar ingin menjelajah kisah-kisah lainnya. Saya pun mulai mengamati lemari buku di rumah dan memilih novel mana yang belum pernah saya baca sejak disimpan di lemari tersebut.Akhirnya pilihan saya jatuh pada salah satu novel karya Tere Liye. Salah satu pengarang buku yang sangat saya gemari karyanya. Beberapa buku karyanya sempat saya beli entah beberapa tahun yang lalu, namun memang belum sempat saya baca. Keburu kehilangan selera membaca.. haha

Perlahan tapi pasti saya mulai menikmati kembali perasaan-perasaan yang terbangun saat membaca buku, seperti tak ada kata bosan atau lelah. Hanya rasa penasaran yang terus menerus mendorong saya untuk membaca dan saya senang. Ya, saya senang bisa kembali merasakan suasana dan perasaan yang disajikan saat saya menjelajahi kisah yang saya baca.

Bagi saya, membaca sebuah kisah itu seperti refleksi diri.
Meskpiun hanya sekedar fiksi, tapi saya bisa merasakan pesan-pesan yang ingin disampaikan penulis.
Seperti ada seseorang yang sedang memotivasi, mengingatkan, atau bahkan terkadang cukup dengan merasakan kesenangan dengan memposisikan diri sebagai tokoh utama.

Meskpiun sebetulnya saya lebih menyukai kisah nyata atau sejenis biografi. Ceritanya sederhana tapi seperti penuh makna.
Tanpa disadari, membaca juga telah mengurangi kecanduan saya terhadap sosmed.
Ya, disaat sedang tidak ada kegiatan atau bosan, biasanya saya langsung membuka sosmed-sosmed saya. Walapun terkadang saya merasakan ada dampak negatif yang lebih besar saat saya terlalu sering melihat sosmed, dibandingkan dampak positifnya. Mungkin karena saya menggunakannya dengan kurang bijak kali yaa .. hhe..
Dan beruntung suami sangat senang melihat kebiasaan baru saya, kebiasaan lama yang kembali tepatnya. Meskipun dia agak sedikit khawatir, jangan-jangan istrinya lupa masak dll gara-gara keasyikan baca .. hihi
Tenang paksuami, saya juga masih butuh makan ko. Haha..

Well .. akhirnya rasa yang sempat hilang itu kembali dan semoga dapat memberikan suasana yang lebih baik dalam kehidupan saya. Like a "The power of book" :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#nothing 2

nothing #3

fr : bila semua wanita cantik