Postingan

Interaksi

Sejatinya manusia adalah makhluk yang harus bersosialisasi.  Ya. Sosialisasi.  Hidup bersama, saling berdampingan, dan tentunya berinteraksi.  Tentang interaksi.  Adalah belajar. Bagaimana seharusnya memahami. Menentukan aksi.  Dan merespon reaksi.  Memahami versi saya adalah mampu menempatkan diri dalam berbagai situasi.  Menganalisa batasan yang mungkin seharusnya tak dilewati.  Dan bersabar untuk menentukan aksi atau reaksi.  Lalu menentukan aksi versi saya adalah mampu mengendalikan diri sendiri.  Sadar bahwa tak selamanya yang benar itu ada pada diri.  Sadar bahwa mungkin saja ada kesalahan yang ternyata menyakiti hati.  Dan sadar untuk segera memperbaiki apa yang seharusnya dirasa tak terjadi.  Dan merespon reaksi versi saya adalah mampu membaca situasi.  Bukan hanya tentang apa yang terbaik untuk diri.  Tapi apa yang terbaik untuk kondisi yang sedang terjadi.  Seringkali ada kesalahan dalam berinterak...

Garis waktu

Karena setiap jiwa memiliki garis waktunya. Berada di garis waktu yang sama bukan berarti harus miliki rasa yang sama. Adakalanya bahagia namun jiwa yang lain bersedih. Tentu tak selamanya, karena garis waktu itu terus berjalan. Mengikuti takdirnya, mengalir, sesuai apa yang telah dituliskan untuknya. Saat menjadi berbeda dari kebanyakan, yakinlah bukan sesuatu yang buruk, namun spesial. Saat keinginan tak sama dengan yang telah digariskan, bukan berarti tak dilihat, namun pasti ada yang lebih baik. Setiap rasa di garis waktu adalah kebaikan. Karena Sang Pencipta tak pernah salah menuliskan takdir bagi setiap jiwa. Tentang jiwa yang bersedih, mungkin wajar. Namun bukan berarti menyerah dan berhenti. Cukup berusaha dan yakin kan ada saatnya nanti memiliki rasa yang sama di garis waktu yang lebih tepat.

100 days without you

Bu, Semuanya seperti apa yang de bayangkan pada akhirnya. Tidak mudah menjalani segalanya tanpa ibu. Semakin hari semakin terasa berat Bu. Teringat kata-kata yang berulang kali de ucapkan saat de tahu Ibu pergi, "aku harus bagaimana?, Aku harus apa?" Hanya kata-kata itu yang terus berputar di kepala dde. Dan ya, karena ternyata de semakin banyak dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tak mudah setelahnya. Bu,  Entah kenapa cobaan itu seakan tak pernah usai. Entah kenapa semuanya tak pernah sederhana buat dde. Seringkali merasa lelah dan ingin pergi saja, menyudahi segalanya. Tapi de selalu ingat, Ibu selalu mengajarkan untuk menjadi kuat, bahkan sosok yang selalu lebih kuat setiap harinya. Dan de berusaha untuk itu meski masih sering menyerah. Bu,  maafin dde karena masih sering menangisi keadaan. Maafin dde karena masih sering kalah oleh perasaan dan terlalu memikirkan kata orang. Sungguh semuanya tak mudah buat dde Bu, Bu,  terima kasih telah berkali hadir dalam tidur. Se...
Dan lagi. Mengapa aku. Aku lagi. Apapun kilahnya. Akulah intinya. Karena aku. Yang sedang tak mau mengerti. Tak bolehkan sekali saja egois. Tak bisakah sekali saja mengalah. Baiklah. Mungkin bukan sekali saja. Tapi setidaknya lakukan sekali lagi untuk saat ini. Maaf. Jika keinginanku untuk menjadi egois membuatmu tak nyaman. Maaf. Jika penjelasan hanya bersisa air mata. Terkadang aku hanya takut untuk bicara. Meski memang tak pernah kau berkata bahwa 'aku salah'. Tapi sikapmu seolah menjelaskan itu semua. Dan aku takut.
Aku menyimpan banyak rasa Menyimpan banyak rahasia Tentang diriku, tentang dia, mereka, dan orang-orang itu Bukan tak ingin ku berbagi akan rasa ini Tapi. Terlalu rumit jadinya bila semua tahu Hidup yg tak mudah ini mungkin akan terasa semakin sulit Meski kurus kering ku menyimpannya Biarlah, Karena aku tak akan pernah menyesal untuk berahasia -----

Jangan tanya.

Jangan tanya sampai kapan? Jangan tanya berapa lama? Usahakan saja semaksimal yang kamu mampu. Tunjukkan saja yang terbaik darimu. Hasilnya kapan. Biar Allah yang tentukan. Karena Allah pemilik segala rencana terbaik yang akan di tunjukkanNya di waktu yang paling baik. Jangan tanya harus bagaimana? Jangan selalu tanya mulai darimana? Mulai saja dari hal paling dasar yang kamu tahu. Cukup lakukan saja dan langkah selanjutnya biar Allah yang tuntun, biar Allah yang tunjukan. Karena Allah Maha Pemberi Petunjuk dan akan selalu ada jalan bagi hambaNya yang mau berusaha. Jangan tanya mengapa belum? Jangan tanya mengapa mereka mudah dan aku sulit? Cukup. Jangan tanya dan jangan pernah mengeluh. Sungguh. ALLAH lah yang Maha Mengetahui segalaNya. Yang baik bagimu belum tentu baik. Yang indah dari penglihatanmu belum tentu indah. Terlalu banyak waktu yang terbuang jika kau hanya mengeluh. Karena. Tak terhingga nikmat yang seharusnya kamu syukuri. Jika kamu sudah berusaha dan m...

Kualitas hidup

Oke .. Klo lagi pengen nulis pasti seringnya lagi melow atau ada hal yang bikin kepikiran banget hhe .. Well .. judulnya kualitas hidup. Hidup yang berkualitas tuh kaya apa sih? Mungkin tiap orang punya standarnya sendiri kali yaa .. Yang paling standar mungkin jadi orang yg lebih baik dalam segala hal. Iya, kualitas hidup emang bukan tentang materi, klo itu kuantitas hidup kli ya? Haha .. Belakangan kepikiran untuk memperbaiki lagi yang namanya kualitas hidup, jadi orang yg lebih baik gitu. Seperti ingin memulai segalanya lagi dari awal. Merunut apa yang diinginkan dan apa yang sudah dilakukan. Apa yang masih kurang dan apa yang semakin menurun. *ribet ya?* hhe .. Klo kata orang, hidup mah jalanin aja .. d nikmatin. Tapi apa bisa nikmat sedangkan banyak hal2 yang ganggu pikiran. Misalnya? Ngerasa pengen ningkatin ibadah tapi ko malesnya ampun2, Terus pengen berenti gosip, tapi ko ada aja celahnya buat gosip. Pengen ga marah2 mulu, tapi ko ada aja yang mancing emosi na...