Dan lagi.
Mengapa aku.
Aku lagi.
Apapun kilahnya.
Akulah intinya.
Karena aku.
Yang sedang tak mau mengerti.
Tak bolehkan sekali saja egois.
Tak bisakah sekali saja mengalah.
Baiklah.
Mungkin bukan sekali saja.
Tapi setidaknya lakukan sekali lagi untuk saat ini.
Maaf.
Jika keinginanku untuk menjadi egois membuatmu tak nyaman.
Maaf.
Jika penjelasan hanya bersisa air mata.
Terkadang aku hanya takut untuk bicara.
Meski memang tak pernah kau berkata bahwa 'aku salah'.
Tapi sikapmu seolah menjelaskan itu semua.
Dan aku takut.
Komentar
Posting Komentar