Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

100 days without you

Bu, Semuanya seperti apa yang de bayangkan pada akhirnya. Tidak mudah menjalani segalanya tanpa ibu. Semakin hari semakin terasa berat Bu. Teringat kata-kata yang berulang kali de ucapkan saat de tahu Ibu pergi, "aku harus bagaimana?, Aku harus apa?" Hanya kata-kata itu yang terus berputar di kepala dde. Dan ya, karena ternyata de semakin banyak dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tak mudah setelahnya. Bu,  Entah kenapa cobaan itu seakan tak pernah usai. Entah kenapa semuanya tak pernah sederhana buat dde. Seringkali merasa lelah dan ingin pergi saja, menyudahi segalanya. Tapi de selalu ingat, Ibu selalu mengajarkan untuk menjadi kuat, bahkan sosok yang selalu lebih kuat setiap harinya. Dan de berusaha untuk itu meski masih sering menyerah. Bu,  maafin dde karena masih sering menangisi keadaan. Maafin dde karena masih sering kalah oleh perasaan dan terlalu memikirkan kata orang. Sungguh semuanya tak mudah buat dde Bu, Bu,  terima kasih telah berkali hadir dalam tidur. Se...
Dan lagi. Mengapa aku. Aku lagi. Apapun kilahnya. Akulah intinya. Karena aku. Yang sedang tak mau mengerti. Tak bolehkan sekali saja egois. Tak bisakah sekali saja mengalah. Baiklah. Mungkin bukan sekali saja. Tapi setidaknya lakukan sekali lagi untuk saat ini. Maaf. Jika keinginanku untuk menjadi egois membuatmu tak nyaman. Maaf. Jika penjelasan hanya bersisa air mata. Terkadang aku hanya takut untuk bicara. Meski memang tak pernah kau berkata bahwa 'aku salah'. Tapi sikapmu seolah menjelaskan itu semua. Dan aku takut.
Aku menyimpan banyak rasa Menyimpan banyak rahasia Tentang diriku, tentang dia, mereka, dan orang-orang itu Bukan tak ingin ku berbagi akan rasa ini Tapi. Terlalu rumit jadinya bila semua tahu Hidup yg tak mudah ini mungkin akan terasa semakin sulit Meski kurus kering ku menyimpannya Biarlah, Karena aku tak akan pernah menyesal untuk berahasia -----