tentang jejaknya
Menghapus jejakmu . adalah langkah tersulit yang harus kulakukan .
Tak seperti saat mencintamu .
Kulakukan seperti berlari diatas hamparan pasir nan putih .
Ringan, menyenangkan, dan setiap hembusan angin yang kurasakan
seolah selalu membawakan berita bahagia .
Tentang mu dari mu untuk cinta .
Dan kini, nyatanya ombak yang menghadang pun tetap tak mampu
menghapus jejak-jejak di hamparan pasir itu .
Entahlah . bukankah harusnya tersapu dengan mudah .
Tapi kali ini jejaknya begitu melekat .
Entah setelah terjangan ombak yang keberapa kalinya
Jejak itu tetap tak mau hilang .
Lantas apa?
Berharap ? menunggu ? atau apa ?
Melihat jejak itu . memang seolah tak ingin ada sedikit pun yang
terhapus .
Inginnya abadi tapi nyatanya tak mungkin .
Pilihannya sekarang .
Hidup dalam ingin? Atau hidup dalam nyata ?
Dan tetap tak tahu . karena ingin yang ada tak sama dengan nyata .
Sedang aku . hidup tak hanya sekedar untuk menghapus jejak-jejak itu
.
Jejak kesakitan. dan kebahagian . yang telah bersatu dengan .
sempurna . membuatnya. Begitu kokoh . melekat . dalam benak .
Komentar
Posting Komentar