----------
---------
Tangis
itu pecah lagi
Ntah
karena apa .
Tiba-tiba
saja kurasakan semangatku menghilang
Seluruhnya
. ya . seluruhnya .
Tiba-tiba
saja suasana hatiku mendadak kelabu
Entah
karena apa. Aku pun tak mengerti.
Sungguh.
Hanya ada
air mata yang begitu mudahnya mengalir saat ingatan ini kembali padanya,
Ah, dia
..
Mengapa
begitu sulit melupakannya .
Bukankah
aku telah mengikhlaskannya?
Bukankah
aku telah beberapa langkah pergi meninggalkan tempatku yang dulu ?
Tempat
yang selalu ku jaga dengan baik .
Bukankah
aku telah berjanji untuk menjadikan tempat itu sebagai sebuah kenangan ?
Kenangan
yang manis .
Tanpa air
mata. Hanya senyum keindahan dan yah, sisa-sisa cerita indah itu .
Aah,
memang semuanya masih tampak begitu jelas di benakku .
Mungkinkah
kini ada sesuatu yang terjadi padanya, hingga aku begitu mudahnya menangis
Atau
mungkin hanya rasa yang begitu sepi yang membuatku menangis.
Aku benci
menangis .
Aku benci
menangis karena kesedihan.
L
Komentar
Posting Komentar