untuknya, dirimu, dan dia

untuknya ,
terima kasih,
atas setiap rasa yang telah kau cipta,
tahukah, kau telah jarkan begitu banyak hal padaku,
tentang kesetiaan, kepercayaan, dan tentang rasa sayang,
memaafkan, memberi kesempatan,
banyak hal, terlalu banyak, hingga sampai detik ini
aku tak bisa lupakan semua .
terimakasih, tak ada satu hal pun yang kusesali atasmu
kecuali satu 
"nyatanya aku tak mampu menjadi yang terbaik bagimu"
itulah satu-satunya penyesalanku atasmu .
maafkan dan terimakasih


untukmu ,
terima kasih,
kamu seperti obat, datang dengan dosis tinggi
dan sungguh sanggup membuat setengah dari fikir dan rasa ku teralihkan,
dan aku sadar, layaknya obat, dosisnya akan semakin berkurang,
begitupun kamu, dosisnya semakin berkurang,
tapi rasanya semakin pekat,
sedikit saja kuteguk, rasanya kan amat sangat melekat.
terimakasih, telah menjadi tangga, untukku beranjak dari lubang ini,
telah menjadi pegangan ketika ku ingin beranjak dan bangkit.
meski kutahu, hanya sebatas itu .
takkan pernah lebih, takkan,
karena ku tahu,
"kita takkan pernah bersatu, ada tebalnya dinding yang sulit ditembus"
tapi cukuplah, tak apa . maaf terlalu sering merepotkanmu .
maafkan dan terimakasih


untuk dia,
terima kasih,
memberiku ruang untukku berkeluh kesah,
memberiku waktu untukku ungkapkan apa yang ku rasa,
banyak cerita-cerita mu, 
sanggup membuatku lupa akan kesendirianku,
menjadi tempat untukku berucap, 
terimakasih, karena kamu telah begitu mengerti,
meski aku tetap tak bisa mengartikan segalanya dengan pasti
aku masih belum bisa sepenuhnya menerima pemberianmu,
maafkan dan terimakasih


Komentar

Postingan populer dari blog ini

#nothing 2

nothing #3

fr : bila semua wanita cantik